Minggu, 29 Januari 2012

5. Produk hasil olah dan sasaran pemakai local/Eksport/ Import Perusahaan Tempat PI



            Produk hasil olah yang di produksi di PT.Sweet Candy indonesia adalah berupa permen,baik produk coated candy maupun hard candy diantaranya:
1.      Permen Keras (Hard Candy/Boiled Candy)
2.      Permen Kunyah (chewy candy)
3.      Permen Karet (Gum candy)

·         Sasaran pemakai lokal:
1.      Seluruh wilayah indonesia yang meliputi pulau jawa,sumatra,kalimantan,sulawesi
·         Sasaran eksport meliputi:
1.      Vietnam
2.      China
3.      Arab saudi
4.      Filipina
5.      Italy

4. HRD dan standard Pegawai Perusahaan Tempat PI Ketenaga kerjaan



Jumlah karyawan PT. Sweet Candy Indonesia sekitar < 500 orang yang terbagi menjadi 4 jenis yaitu karyawan borongan, kontrak harian, kontrak bulanan, dan karyawan tetap. Dengan masa kerja sesuai dengan jangka waktu tertentu (pekerja kontrak) dan karyawan tetap. Karyawan menerima UMR (Upah Minimum Regional), tunjangan transportasi, bantuan pengobatan dan perawatan rumah sakit, pakaian seragam lengkap, serta penyediaan makan.
Waktu kerja di PT. Sweet Candy Indonesia adalah sebagai berikut
1. General Shift     : Waktu kerja dari pukul 08.00 – 17.00 dengan 5 hari  kerja yaitu dari Senin – Jum’at
2. Shift I                    : Waktu kerja pukul 06.00 – 13.30 dengan 6 hari kerja
3. Shift II  : Waktu kerja pukul 13.20 – 21.50 dengan 6 hari kerja
                     4. Shift III        : Wakyu kerja pukul 21.40 – 06.10 dengan 6 hari kerja
Waktu kerja tersebut dengan ketentuan istirahat dan makan selama 30 menit sedangkan waktu sholat sesuai dengan jadwal sholat 5 waktu. Untuk General Shift, waktu istirahat yaitu 60 menit .

3. Penanganan Limbah Perusahaan Tempat PI Penanganan Limbah



Limbah yang dihasilkan oleh PT. Sweet Candy Indonesia dikategorikan sebagai limbah dari industri (dari produksi) makanan yang banyak mengandung senyawa organik, diantaranya gula dan lemak. Jadi limbah – limbah itu tidak terlalu berbahaya untuk lingkungan. Untuk limbah sisa produksi seperti adonan dan produk, penanganan limbahnya tidak dilakukan di area pabrik melainkan dikirim ke Cibinong untuk ditangani disana. Sedangkan untuk limbah dari produksi seperti air bekas pencucian, air proses, sisa flavour dilakukan perlakuan terlebih dahulu dengan cara pengendapan senyawa-senyawa kimia yang mungkin membahayakan dengan tujuan untuk mengurangi kadar COD ( chemical on demand ) sebelum disalurkan melalui pipa ke pengolahan limbah di kawasan industri.


2. Penanganan Quality Qontrol Perusahaan Tempat PI Pengendalian Mutu Pada Hard Candy Yang Telah Diproses



                Setelah melalui proses pencetakan /moulding, hard candy tetap diperiksa kualitasnya antara lain :
1)      Kadar Air
Metode yang dilakukan yaitu metode Karl Fischer Titrator
2)      Bobot dan kenampakan produk
      Produk yang mengalami penyimpangan harus segera di block, selanjutnya disortir. Penyimpangan pada hard candy mengenai performa produk antara lain:
§  Bobot yang tidak standar yaitu bobot permen karena kurang dari standar atau lebih dari standar.
§  Tailing, yaitu penyimpangan pada mutu hard candy karena permen memiliki ekor yang melebihi batas toleransi
§  Piping, yaitu  penyimpangan pada mutu hard candy karena permen berekor penuh melebihi batas toleransi dan berbentuk lonjong seperti pipa
§  Brittle, yaitu permen yang tidak standar karena mudah pecah saat dijatuhkan ke tanah
§  Air bubble, yaitu permen yang tidak masuk standar karena terdapatnya gelembung udara pada candy diluar batas toleransi.
§  Surface deffect/crack yaitu permen tidak standar karena retak- retak pada permukaan ataupun berongga sehingga bentuk tidak standar.
§  No syrup atau leaking syrup yaitu permen tidak ada filling sirupnya atau bocor akibat kesalahan moulding.
3)      Pemeriksaan kemasan
Kemasan yang baik hendaknya :
§  Kemasan tidak mengalami keruakan pada aspek kritikal parameter yaitu reject/rusak, empty/kosong, leaking visual/bocor, leaking pada tekanan 500 mmHg, seal sobek, seal miring, seal melipat, miss printing/salah cetak, dan renceng.
§  Kemasan tidak mengalami kerusakan pada aspek non kritikal parameter yaitu brand tidak simetris, seal bersayap, overlap, overheat, dan seal cacat.
§  Tidak mengalami kesalahan dalam coding

4)      Penampilan pada copacking finished product
Secara berkala produk yang sudah mengalami packing dikontrol kualitasnya, antara lain :
§  Pemeriksaan kelekatan isolasi karton
§  Pemeriksaan kerapihan sealing karton
§  Pemeriksaan performa karton ( apakah kotor, bersih, rusak atau baik )
§  Isi permen ( apakah under counting /isi kurang dari jumlah standar atau over counting/isi lebih dari standar )

1. Komoditas Perusahaan Tempat Prakerin PT.sweet candy



a)Klasifikasi/ Komoditas permen
     Pada dasarnya prinsip pembuatan hard candy adalah dengan cara mendidihkan campuran gula , glukosa HMS, dan air bersama dengan bahan –bahan tambahan lainnya pada suhu yang telah ditentukan sampai tercapai kadar air yang seminimal mungkin pada kondisi vakum. Seni membuat permen dengan daya tahan yang memuaskan terletak pada pembuatan produk dengan kadar air minimum dan dengan pengkristalan yang terkendali. Kristalisasi yang tak terkendali dalam produk ini berakibat mengurangi penampilan yang jernih seperti kaca dan membentuk massa yang kabur. Kekurangan ini disebut graining dan mengakibatkan penampilan permen yang kurang memuaskan dan permen terasa kasar di lidah. Kristalisasi akan terjadi secara secara spontan, tetapi dapat dicegah dengan menggunakan bahan-bahan seperti sirup glukosa dan gula invert yang bersifat tidak mengkristal tetapi menghambat terjadinya kristalisasi gula/ permen. Bahan semacam ini disebut ’dokter’  yang ditambahkan dalam proses produksi.
   Di PT Sweet Candy Indonesia , jenis permen hard candy yang diproduksi dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu :
·         Hard Boiled Candy Acid
Sesuai dengan namanya, permen jenis ini menggunakan acid sebagai bahan tambahan yaitu citric acid dalam proses pembuatannya sehingga pada produk akhirnya berasa asam. Jenis acid yang digunakan adalah citric acid anhidrous yang berfungsi memberikan rasa asam pada permen yang ditambahkan pada saat proses mixing dan lactic acid yang digunakan pada proses cooking di vacuum cooker. Lactic acid ini berfungsi untuk menutupi pori-pori shell (exterior permen) untuk mencegah filling syrup bocor (leaking syrup) dan membuat permen tampak lebih bercahaya dan mengkilap.


·         Hard Boiled Candy Non Acid
Berbeda dengan hard boiled candy acid, pada permen jenis ini tidak ditambahkan citric acid anhidrous pada proses mixing sehingga produk akhirnya tidak berasa asam. Permen jenis ini dikelompokkan menjadi 2 jenis yaitu hard boiled candy non acid activ yang menggunakan filling syrup dan hard boiled candy non acid no filling syrup. Pada hard boiled candy non acid activ menggunakan lactic acid karena menggunakan filling syrup yang berfungsi menutup pori-pori shell (exterior/kulit luar permen) dan membuat permen tampak lebih bercahaya dan mengkilap. Lactic acid ini ditambahkan pada proses cooking di vacuum cooker. Meskipun tergolong acid, fungsi penambahannya tidak mengakibatkan efek asam pada produk akhir karena penambahannya dalam intensitas yang relatif kecil / minimalis. Sedangkan untuk hard boiled candy non acid no filling syrup tidak menggunakan lactic acid karena permen jenis ini berupa exterior (shell permen) dan tidak terdapat filling syrup (interior) pada produk akhir.
·         Hard Boiled Candy Milk
Pada permen jenis ini selama proses pembuatannya ditambahkan produk susu dan senyawa-senyawa allergen dalam shell (exterior/kulit luar) permen dan dalam filling syrup. Terdapat 2 jenis yaitu hard boiled candy milk fruit dan hard boiled candy milk caramel. Perbedaannya terletak pada segi komposisi bahan yang digunakan.